Eksistensi dan Fungsi Alat Musik Tradisional Kesenian Sikambang pada Masyarakat Pesisir di Desa Jago-jago, Kabupaten Tapanuli Tengah
Kata Kunci:
alat musik tradisional, eksistensi budaya, kesenian Sikambang, masyarakat pesisir, Tapanuli TengahAbstrak
Keberlangsungan alat musik tradisional yang menjadi unsur utama kesenian Sikambang menghadapi tantangan serius akibat perubahan sosial, modernisasi, dan melemahnya regenerasi pelaku seni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi serta fungsi alat musik tradisional kesenian Sikambang pada masyarakat pesisir di Desa Jago-jago, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku seni, tokoh adat, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik tradisional Sikambang, yang meliputi gandang Sikambang, singkadu, biola, dan akordeon, masih eksis dan digunakan dalam acara adat tertentu, terutama pernikahan dan kegiatan sosial masyarakat pesisir. Namun, eksistensi tersebut bersifat terbatas dan sangat bergantung pada seniman senior. Selain itu, alat musik Sikambang menjalankan berbagai fungsi sosial-budaya, seperti ekspresi emosional, hiburan, komunikasi simbolik, penguatan norma sosial, pengesahan institusi adat, serta pemeliharaan integritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun alat musik Sikambang masih bertahan secara fungsional dan simbolik, keberlanjutannya memerlukan upaya pelestarian yang lebih sistematis, khususnya melalui pendidikan, regenerasi, dan dukungan kelembagaan.
Referensi
Akram, R. S., Sonni, A. F., & Akbar, M. (2025). Makna Simbolik Tari Salonreng: Ekspresi Budaya dan Pelestarian Warisan di Desa Ara, Indonesia. Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi), 6(2), 168-185. https://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/buanakomunikasi/article/view/4664
Buttu, R. A., Devisa, O., & Rombe, A. P. (2024). POMPANG: Transformasi Alat Musik Tradisional Dalam Masyarakat Mamasa. Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni, 2(2), 104-113. https://doi.org/10.69748/jmcd.v2i2.204
Cahyani, L. W., & Wahyuningtyas, T. (2025, December). Upaya Pelestarian Grup Kesenian Jaranan Dor Anusopati Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. In International Conference on Art, Design, Education and Cultural Studies (ICADECS) (Vol. 7, No. 1). https://conference.um.ac.id/index.php/icadecs/article/view/10910
Darlene, E. (2024). Identitas kultural musik pop Indonesia dalam konteks seni urban. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 7(1), 49-61. https://doi.org/10.37368/tonika.v7i1.573
Faizah, M., Ma’arif, M. S., & Manshur, A. (2025). Makna Simbolik dalam Folklor Nusantara: Studi Semiotika pada Tradisi Rudat di Daerah Karangasem-Bali. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 2070-2083. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5731
Fatimah, F., & Rahma, S. A. (2025). Pengaruh Budaya Pop Global Terhadap Nilai dan Identitas Generasi Z pada Masa Kini. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 5(1), 273-285. https://doi.org/10.55606/cendekia.v5i1.3526
Fraizilla, A. Y. N., & Novariyanto, R. A. (2025). Makna Simbolis Kesenian Bantengan Putro Tunggul Sari Sebagai Identitas Budaya Kabupaten Malang. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(4), 1656-1667. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i4.2144
Frenadya, A. E., & Safara, A. F. (2024). Penurunan Minat Generasi Muda Terhadap Tari Topeng: Resistensi dan Tantangan Pelestarian Budaya. Studi Budaya Nusantara, 8(2), 148-161. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2024.008.02.05
Koentjaraningrat. (1974). Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Lippitt, J., & Evans, C. S. (2023). Søren Kierkegaard. Stanford.
Manalu, Y. R. Y. (2024). Signifikansi Tradisi Sikambang dalam Berkomunikasi Budaya di Daerah Tapanuli Tengah. Indonesian Journal of Communication and Social, 1(1), 1-13. https://ijocial.web.id/index/index.php/ijocial/article/view/1
Merriam, A. P. (2013). Definitions of “Comparative Musicology” and “Ethnomusicology”: An Historical-Theoretical Perspective 1. In Ethnomusicology (pp. 235-250). Routledge.
Meuraxa, R. F. A., & Suri, N. (2025). Sikambang Art Pantun from the Barus Coast. al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 8(4), 665-684. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i4.1809 s
Miles, M. B. & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Thousand Oaks.
Obaweki, J. O. (2012). Commitment in Soren Aabye Kierkegaard's Philosophy: Implication for Leadership. University of Lagos (Nigeria).
Riyadi, L., Putra, A. D., Sinaga, F. S. H. S., & Bagaskara, A. (2025). Meneropong Pendidikan Musik di Indonesia: Analisis Bibliometrik dalam Kurun Waktu 2014-2024. MUSED: Jurnal Pendidikan Musik, 1(1), 1-17. https://doi.org/10.70078/mused.v1i1.34
Saputra, D. N., Wijaya, B. B., & Fatimah, M. D. (2024b). Pengembangan Kaulinan Barudak sebagai Atraksi Budaya Berbasis Musik Tradisional untuk Meningkatkan Pariwisata Jawa Barat. PROMUSIKA, 12(2), 99-101. https://doi.org/10.24821/promusika.v12i2.13945
Saputra, R., Hasanah, N., Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024a). Peran seni dalam mempertahankan identitas budaya lokal di era modern. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183-195. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044
Syakhsiyyah, T., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2025). Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Budaya Lokal pada Masyarakat. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(6), 12421-12428. https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/3907
Wijaya, T., Amelia, S., & Wargadalem, F. R. (2025). Kearifan Lokal: Peranan Tari Kebagh dalam Membentuk Identitas Budaya Suku Besemah. JAWI, 8(1), 61-76. https://doi.org/10.24042/00202582720900
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wardian Siregar, Mukhlis Mukhlis (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
